Jumat, 27 Desember 2019

Rangkuman Sistem digital

Rangkuman Sistem Digital

Disusun oleh:
Nama:M Fahrul Rizki A
Nim:191080200107


Pokok Bahasan 1
1. Gerbang AND
Gerbang  AND  memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang   AND   akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah  satu  dari  masukan (Input)  bernilai Logika 0.  Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = A*B atau Z=AB (tanpa symbol).
2. Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua masukan (Input) harus bernilai  Logika sebagai Z = A + B.
3. Gerbang NOT
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya hams bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z = A
4. Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0  maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z = A * B’.
5. Gerbang NOR (NOT OR)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang  OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka Semua  Masukan (Input)  hams  bernilai  Logika0. Rangkaian NOR dinyatakan sebagai Z = A + B’
6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan(Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan - masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai Z = (A*B) + (A*B) =AQB
7. Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti Gerbang X-OR, Gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan  atau  Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan  Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR dinyatakan sebagai Z.
Pokok Bahasan 2
2.3.1 Aljabar Boolean
Aljabar Boolean memuat variable dan simbol operasi untuk gerbang logika.  Simbol yang digunakan pada aljabar Boolean Adalah : untuk AND, (+) untuk OR, dan ( ) untuk  NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah penyeleseian perhitungan secara aljabar dan pengisian tabel kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.
Dalam aljabar boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (aktive low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (aktive high). Pada teori — teori aljabar boolean ini berdasarkan aturan — aturan dasar hubungan antara variabel — variabel Boolean.
2.3.2 K-Map
Peta Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam variable disarankan menggunakan program computer.
Peta merupakan gambar suatu daerah . Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran. Penggambaran daerah pada peta karnaugh hams mencakup semuah logika. Daerah pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.
Pokok Bahasan 3
Gerbang NAND  dan  NOR merupakan  gerbang universal,  artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya : dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang digunakan).
Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:
1. Melalui peneyelesaian persamaan logika/Boolean
2. Langsung menggunakan gambar padanan

Pokok Bahasan 4
1. Adder
Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di dalam komputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah :
• Sistem bilangan biner (memiliki base/radix 2)
• Sistem bilangan oktal (memiliki base/radix 8)
• Sistem bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)
• Sistem bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem bilangan complement. BCD (binary-coded decimal).
a. Half Adder
Half adder adalah suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena  itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2. Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3. Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
4. Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (Carry Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).
b. Full Adder
Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half- Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.
Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa Full Adder.
2. Subtractor
Merupakan Suatu Rangkaian Pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis- jenis rangkaian Sub tractor yaitu :
a.  Half Subtractor
Rangkaian half subtractor adalah rangkaian Sub tractor yang paling sederhana. Pada dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out(Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner yaitu :
1.  0 - 0 = 0 Borrow 0
2.  0 - 1 = 1 Borrow 1
3.  1 - 0 = 1 Borrow 0
4.  1 – 1 = 0 Borrow 0
b. Full Subtractor
Pada Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2 output.
   Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih daii 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.
Pokok Bahasan 5
• Rangkaian encoder diatas merupakan implementasi dari tabel kebenaran diatas dan persamaan logika encoder Desimal ke BCD (Binary Coded Decimal). jalur input A0 tidak dihubung ke rangkaian karena alasan efisiensi komponen, hal ini karena apabila input A0 ditekan maka tidak akan mengubah nilai output yaitu output tetap bernilai BCD 0 (0-0-0-0). Rangkaian encoder diatas hanya akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input saja yang mendapat input, hal ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai priority encoder. Sebagai contoh apabila inputan A1 ditekan, maka akan keluar outputan yaitu (0-0-0-1).
• Decoder merupakan suatu rangkaian digital yang merubah bilangan biner menjadi bilangan decimal dimana Rangkaian logika decoder menerima input-input dalam bentuk biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner inputnya.
Pokok Bahasan 6
• Multiplexer adalah rangkaian dengan banyak input dan hanya mempunyai satu outputan. Dengan selector dipilih salah satu inputan untuk dijadikan outputan. Dapat dituliskan bahwa Multiplexer mempunyai n input, m selector, 1 output. Biasanya berjumlah 2m selector.
• Demultiplexer adalah rangkaian dengan satu inputan dengan banyak output. Menggunakan Control Signal dapat mengarahkan inputan ke salah satu output.
umsida.ac.id
fst.umsida.ac.id

Jumat, 13 Desember 2019

RANGKUMAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN

RESUME PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN


Materi yang dibahas :
Input/Output dan Jenis Data.
Struktur Pemrograman Pencabangan.
Struktur pemrograman: Lompatan dan Kalang.
Struktur Pemrograman: Kalang.
Variabel Larik: Matriks dan String.
Sorting (pengurutan)
Setiap program c++ mempunyai bentuk umum seperti dibawah, yaitu :

# prepocessor directive
Void main ()
{
// batang tubuh program utama
}

Penjelasan :

Include
Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada c++  prepocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi . bentuk umumnya :
# include < nama file>
Tidak diakhiri tanda semicolon karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan tetapi merupakan bentuk preprocessor directive baris tersebut mengintrusikan kepada kompiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiraran .h file header yaitu file yang berisi sebagai deklrasi contohnya :

# include <iostream.h> : diperlukan pada program yang menggunakan cout

#include<conio.h> : diperlukan bila melibatkan clrscr() yaitu perintah untuk                          membersihkan layar

# include<iomanip.h> :diperlukan bila melibatkan set w().yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data
Fungsi main ()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program c++.main adalah nama judul fungsi.melihat bentuk seprti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama , utama, maka dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal sebuah fungsi. Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan di terangkan kemudian. Yang sekarang coba ditekankan adalah kita menuliskan program utama kita di dalam sebuah fungsi main().
Komentar
Komentar tidak pernah di compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu :
Jenis 1 : /* Komentar anda di letakkan di dalam ini bisa mengapit lebih dari satu baris */
Jenis 2 : // Komentar anda diletakkan disini (hanya bisa perbaris)

4. Tanda Semicolon
Tanda semicolon “ ; “ digunakan untuk mengakhiri sebuah peryataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.

5. Mengenal Cout ( dibaca : C out)
Pernyataan cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar)
Contoh :
Tanda “ << “ merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan / peletakan”
Perbedaan antara puts dan printf
Puts berfungsi untuk menampilkan suatu keluaran ke layar tetapi fungsi puts hanya digunakan untuk menampilkan nilai string, sedangkan printf berfungsi untuk menampilkan suatu keluaran pada layar  dan menampilkan semua jenis data.
Efek kode escape \n, \t, \r dan \a
\n : Memberikan efek garis baru / New Line (Enter).
\t : Memberikan efek menjorok ke dalam (Tab).
\r : Pindah ke kolom paling kiri dari baris yang sama.
\a : Mengeluarkan sebuah bunyi (Bel).
Arti angka 50 pada name[50]
Angka 50 pada name[50] artinya maksimal string (huruf) yang bisa dimasukkan kedalam variabel name.
Kegunaan fungsi gets
Gets digunakan untuk mendefinisikan string yang dimasukkan ke program
Kegunaan fungsi scanf
Scanf digunakan untuk mendefinisikan setiap input yang dimasukkan ke dalam progam.
Fungsi %d dan %f
%d digunakan untuk mendefinisikan input bertipe bil. bulat ke program
%f digunakan untuk mendefinisikan input bertipe bil. pecahan ke program.
Macam – macam format dan fungsinya
(%f, %7.2f, %+7.4f, %g, %e, %5.2e)
%f : Memanggil variable bertipe bil. Pecahan (float).
%7.2f : Memanggil variable betipe bil. pecahan dengan lebar tampilan 7  digit dan   ketelitian (presisi) 2 digit.
%7.4f : Memanggil variable betipe bil. pecahan dengan tanda + diawali     bilangan, lebar tampilan 7 digit dan ketelitian (presisi) 4 digit.
%g : Memanggil variable bertipe pecahan dengan nilai desimalnya adalah duplikasi bilangan sebelum koma, untuk a tidak ada
%e : Menyatakan bilangan ke dalam standar pangkat
%5.2e : Menyatakan bilangan ke dalam standar pangkat dengan lebar tampilan 5 digit dan ketelitian 2 digit
Fungsi cin dan cout
-fungsi cin menggantikan gets, scanf
-fungsi cout menggantikan puts, printf
LOMPATAN & KALANG
Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian :
1. Kondisi pengulangan  yaitu  ekspresi  Boolean yang harus di penuhi untuk melaksanakan pengulangan.
2. Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan  diulang.
Perintah  atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :
1. Pernyataan while
2. Pernyataan do…while
3. Pernyataan for
4.  Pernyataan continue dan break
5. Pernyataan go to

PENJELASAN
Pernyataan WHILE
Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while memungkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak dilakukan sama sekali. Bentuk Umumnya :
while (kondisi){
Pernyataan ;}

Pernyataan DO…WHILE
Pernyataan do while mirip seperti pernyataan while hanya saja pada do while
pernyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi. Bentuk Umumnya :
do {
pernyataan;
} while (kondisi);

Pernyataan FOR
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan(looping) beberapa kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
for (inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
{
Statement; }

Pernyataan Continue dan Break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan pernyataan switch. Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan iterasi pada saat tersebut.

Pernyataan goto
Pernyataan goto diperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan berlabel yang ditandai dengan tanda " : ". Bentuk Umumnya :
Go to bawah;
pernyataan 1;
pernyataan 2;
pernyataan 3;

Fungsi Label dan goto :
Label sebagai penunjuk dalam proses. Sedangkan Goto digunakan untuk melompati suatu proses yang lainnya didalam program dan juga bisa digunakan sebagai suatu proses pertimbangan.
Fungsi dari getch() :
getch() berfungsi untuk membaca sebuah karakter tanpa perlu menekan enter.
Fungsi intruksi cacah++ :
Cacah++ berfungsi untuk meningkatkan nilai satu setiap kali looping.

Guna fungsi setw( ) :
berfungsi membuat tampilan dalam rata kanan dengan lebar ditentukan oleh nilai yang ada dalam kurung.
Fungsi simbol  / / :
Berfungsi sebagai komentar dalam program / keterangan Fungsi dari keyword.
Fungsi break dan continue :
Break berfungsi mengeluarkan eksekusi compiler dari struktur program setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi
Continue berfungsi untuk melanjutkan suatu kompile setelah suatu perintah sudah terpenuhi.
Fungsi setpresion() :
Setpresion merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.
Beda ios::fixed dan ios::scientific :
Mempunyai fungsi yang sama yaitu format bilangan rill akan tetap dapat diubah dengan memanggil fungsi set atau unset diikuti argumen ios::scientific atau ios::fixed
Fungsi dari fabs() :
Untuk menghitung nilai mutlak dari x; x bilangan real.
Fungsi masing-masing bagian pada baris for
(a)for (i=8; i<=18; i++) { : mengurutkan angka kalang 8 samapi 18
(b)for (i=1; i<=10; i++) { : mengurutkan angka kalang 1 sampai 10
(c)for (i=1; i<=20; i=i+2) { : mengurutkan angka kalang dengan kelipatan 2
Fungsi delay()
berfungsi sebagai waktu tunda antara bunyi pertama ke bunyi berikutnya.
Fungsi sound()
berfungsi menunjukkan besarnya frekuensi bunyi yang dikeluarkan .
Float adalah tipe data floating point atau real number, float cocok
digunakan untuk variable yang berisi angka pecahan,
for (int i=0; i<N; i++) : perulangan dari banyak nilai masuk
rerata = jumlah/N; : rumus rerata jumlah dibagi nilai masuk
stdrdev = sqrt(pemb/(N-1)) : rumus standart deviasi

Macam-macam fungsi dan kegunaannya pada matriks dan strings
strlen()
= Bentuk format strlen(const char *s)
 Fungsi menghitung panjang string s
strcpy()
= Bentuk format strcpy(char *dest, const char *src)
   Fungsi mengkopi string src ke dest
strcat()
= Bentuk format strcat (char*dest, const char*src) Fungsi menambahkan kopian src ke bagian akhir dest
strcmp()
= Bentuk format strcmp(const char*s1, const char*s2)
 
 Fungsi melakukan perbandingan s1 dengan s2
strcspn()
= Bentuk format strcspn (const char *s1, const char *s2)
 
   Fungsi menemukan bagian awal string s1 yang mengandung s2
strupr()
= Bentuk format strupr(const char *s)
   Fungsi mengubah string menjadi huruf KAPITAL (uppercase)
strlwr()
= Bentuk format strlwr(const char *s)
 
   Fungsi mengubah string menjadi huruf biasa/kecil (lowercase)
strrev()
= Bentuk format strrev(const char *s)
Fungsi membalik semua karakter string, jadi huruf terakhir menjadi awal
strset()
= Bentuk format strset(const char *s, int ch)
 
   Fungsi menset semua karakter dalam s ke ch

umsida.ac.id
fst.umsida.ac.id